Dua hari ni pertanyaan itu selalu kudengar, atau pun ku pikirkan, manakah yg ku pilih ataukah manakah keinginan mu yg sesungguhnya???
Seperti obrolan ku semalam dengan seorang teman, katanya kota atau pun daerah itu sama saja, tinggal kita yg membuat kehidupan kita berkualitas atau tidak.
Contoh kecil katanya, jika kita hidup dikota, kita akan terbiasa hidup dengan hiruk pikuk padatnya kota yg suatu saat akan membawa kita pada kenyataan bahwa kita akan boros, gimana nggak katanya, kita liat temen beli barang disuatu mall, jika semua teman membeli, moso yo kita nggak??? (hmmmmmm, aku mikir)
lanjut dia cerita, kalo kita didaerah kita bisa paling nggak mengirit, trus jauh dari hedonisme kota, pikiran lebih tenang karena kita bisa jalan2 menikmati alam ciptaan Tuhan YME......(hmmmmm, aku mikir tumben anak ini ngomong ada benernya)
Dan hari ini, ada WP datang ke konter kami, setelah ngasih berkas, saya sekedar berbasa-basi bertanya sudah berapa lama nggak pulang ke Medan, dia bilang paling kalau Imlek, itupun kalo ingat, dia pun bercerita kalo dia udah terbiasa hidup di daerah, saya bertanya kenapa bang???
Yah, gimana lagi katanya, dari emang saya ditempatkan selalu didaerah, kalo udah dikota ato pulang kampung, paling satu minggu yg nyaman, udah masuk dua minggu udah mulai uring2an saya, lagian katanya kalo didaerah kita bisa lebih sehat dari orang kota. Gimana nggak, misalnya kita flu, kalo di daerah ato seperti saya dikebun, sakit segitu paling dua tiga hari tanpa minum obat udah sembuh. nah kalo dikota, udah dikasih makan obat, sampe disuntik pula, masih nggak sembuh2. saya nanya ke bapak itu, koq bisa bang??? Udara katanya.......(hmmmmmm......aku mulai paham)
Selain masalah udara atau pun kesehatan yg dia bicarakan, dia bercerita pula masalah bagaimana membawa diri didaerah. Dik, kalo didaerah kalo kita nggak mudah bergaul sama orang, udah jadi bangkai kita...(hmmmmm...mulai bicara serem nih). Pernah ngadepin seribu orang bersenjata tajam??? (hmmmmm....boong nggak nih), nggak pernah bang saya jawab, abang pernah???
Saya pernah, masalah sengketa tanah katanya. Kami dari perusahaan paling cuma dua ratusan, menghadapi seribu warga yg marah karena tanahnya dianggap tanah mereka, salah satu security dari perusahan maju menuju massa sambil bawa samurai, trus bilang kewarga kita maju satu persatu, saya mewakili perusahaan, silahkan dari kalian maju satu, kalo saya mati silahkan bantai orang yg dibelakang saya, tapi kalo perwakilan kalian mati, kami yg bantai kalian.....(beeeuhhhh........ini cerita kek last samurai nih bapak). Pada akhirnya katanya, nggak ada yg berani maju, permasalahan dibawa ke pengadilan.
dari obrolan diatas silahkan tarik kesimpulannya, waktu 3 menit!!! (hahahahahhaha nggak koq)
aku ngambil kesimpulan bahwa, dimana pun kita berada selama kita bisa membawa diri dan menikmati kehidupan kita, kita akan bahagia.......(kek nasehat ibu.....)